Mon. Jul 4th, 2022

 Kementerian Perdagangan Amerika Serikat memimpin delegasi perwakilan bisnis Amerika Serikat (AS) yang akan menjajaki peluang kerja sama dan kolaborasi baru di pasar Indonesia. Hal ini bagian dari misi pengembangan bisnis ‘clean EDGE Asia’ untuk mempercepat transisi energi bersih di Asia.  

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dalam keterangan pada Senin, 6 Juni 2022, menjelaskan kunjungan delegasi Kementerian Perdagangan Amerika Serikat itu merupakan kunjungan pertama misi perdagangan pemerintah Amerika ke kawasan Asia, setelah penandatanganan bersejarah kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity, atau IPEF) oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Jokowi, dan pemimpin lainnya di kawasan.

IPEF terdiri dari Amerika Serikat, Indonesia, dan 13 negara mitra lainnya. Misi ini bertujuan untuk mendukung dan mempercepat transisi energi bersih di Asia dengan menggunakan keahlian dan sumber daya sektor publik dan swasta Amerika.

Misi ini akan menghimpun perusahaan-perusahaan ternama dari Negeri Abang Sam di bidang energi terbarukan yang bergerak dalam pengembangan energi surya, tenaga angin, biomassa, dan bentuk-bentuk energi terbarukan lainnya serta mempertemukan mereka dengan mitra-mitra Indonesia dari sektor energi dan para pengambil keputusan di pemerintahan.

Wakil Asisten Menteri untuk Asia Pamela Phan memimpin misi ini didampingi Direktur Badan Pembangunan dan Perdagangan Amerika (U.S. Trade and Development Agency) Enoh T. Ebong serta perwakilan Export-Import Bank of the United States.

“Misi Clean EDGE Asia memberikan peluang tepat waktu untuk menyingsingkan lengan baju kita dan mendiskusikan kemitraan perdagangan yang makin berkembang antara Amerika dan Indonesia di bawah Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF),” ujar Juru Bicara Kedutaan Besar AS Michael Quinlan.

Amerika Serikat kini merupakan investor asing terbesar keempat di Indonesia. Peringkat itu, naik menjadi empat posisi terbesar dari tahun sebelumnya.

“Perusahaan-perusahaan Amerika menawarkan keunggulan dan nilai-nilai perusahaan Amerika kepada pasar Indonesia,” ujar Atase Perdagangan AS Paul Taylor.

Nilai perdagangan dua arah Amerika Serikat dan Indonesia tahun lalu meningkat lebih dari 30 persen atau menjadi USD 36 miliar. Bagi Indonesia, Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar kedua, dan Indonesia mengalami surplus perdagangan tahunan yang besar dengan Amerika.

Impor Amerika dari Indonesia mencakup sebagian besar produk bernilai tambah, menciptakan dampak ekonomi yang luas dan positif di Indonesia. Produk-produk ini antara lain tekstil dan alas kaki sebanyak 26,6 persen, produk pertanian 20,3 persen, dan mesin serta peralatan mekanik 14,7 persen.

Amerika Serikat memiliki biaya tarif rata-rata tertimbang rendah, yakni 1,52 persen pada 2020. Separuh barang industri (non-pertanian) masuk ke Amerika dengan bebas bea.

IPEF merupakan kerangka ekonomi abad ke-21 yang dirancang untuk mengatasi tantangan ekonomi abad ke-21, mulai dari menetapkan aturan untuk ekonomi digital hingga memastikan rantai pasokan yang aman dan tangguh hingga mengelola transisi energi dan berinvestasi dalam infrastruktur modern yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.